HARI 15: SEBUAH MUKJIZAT YANG TAK DIHARAPKAN

“Sebuah Mukjizat yang Tak Diharapkan”
Oleh James L. Black, Sr.

"Apakah engkau pernah melihat hal yang seperti ini?" Pertanyaan ini menjadi umum ketika orang menyaksikan sesuatu yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Tidak diragukan lagi nama "COVID-19" akan tercatat dalam sejarah sebagai salah satu pandemi terbesar di dunia.
Sungguh menakjubkan betapa cepatnya kehidupan dapat berubah dalam semalam. Firman Allah mengingatkan kita bahwa bencana-bencana akan datang, dan kita harus selalu siap dan bergantung pada Tuhan. Krisis dunia ini telah merobek inti dari ekonomi; sistem kesehatan dibuat kewalahan; menyebabkan banyak orang jatuh dalam kemiskinan; menyebabkan banyak tunawisma dan pengangguran; menyebabkan banyak orang dengan penyakit permanen; dan ya, itu telah merenggut jiwa puluhan ribu orang.
Banyak orang yang berdoa untuk mukjizat. Banyak yang memohon kepada Allah untuk mengubah situasi mereka dan melindungi mereka dari virus yang mematikan. Tetapi pertanyaannya adalah, apakah kita siap untuk setiap mukjizat yang akan dilakukan Allah?
Saya tidak ragu bahwa Allah akan mendengar dan datang dekat kepada semua orang yang berdoa kepada-Nya. Sementara Dia datang dengan cara-cara yang berbeda dan dalam waktu-Nya sendiri, janji-janji ini memberi saya harapan. “Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau” (Yosua 1:5), dan “Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya.” (Yesaya 65:24).
Beberapa tahun yang lalu, saya menderita penyakit sumsum tulang yang disebut Myelodysplastic Syndrome (MDS), penipisan sel-sel darah merah tubuh. Jika tidak diobati, MDS mengarah pada leukemia akut atau kematian. Saya berada pada stadium 4 penyakit ini, dan satu-satunya harapan saya adalah transplantasi sumsum tulang (sel induk) yang berhasil. Ribuan orang di seluruh dunia berdoa untuk keselamatan dan kesembuhan saya pada saat saya terlalu lemah untuk berdoa untuk diri saya sendiri. Ya, saya dapat bersaksi bahwa Allah datang kepada saya, tetapi tidak dalam cara yang diharapkan, karena mukjizat-mukjizat Allah adalah tentang kehidupan kekal.
Tiga hal terjadi yang Tuhan nyatakan kepada saya dengan cara yang belum pernah saya alami sebelumnya. Pertama, karena keadaan di luar kendali saya, proses transplantasi saya tertunda selama sembilan bulan meskipun saya berada pada stadium 4 penyakit ini. Penundaan ini memberikan kesempatan bagi perawatan alami yang menyeluruh dan holistik yang memperkuat tubuh saya dan lebih mempersiapkan saya untuk transplantasi. Kedua, putri saya (donor sel induk saya) dan saya dapat lebih menyatu sebelum transplantasi, yang mengarah ke momen pengampunan yang luar biasa. Yang ketiga adalah apa yang dilakukan istri saya kepada saya. Untuk pertama kalinya dalam pernikahan kami, saya bergantung pada kekuatan saya sendiri di rumah sakit, dengan penyakit yang mengancam jiwa, dalam isolasi, dan dengan kelelahan kronis. Saya terlalu lemah untuk mandi, jadi ada tiga atau empat kali istri saya Maxine harus memandikan. Awalnya saya marah, tetapi ketika saya melihat kelembutan dan komitmen totalnya saat dia memandikan saya dari ujung rambut sampai ujung kaki, saya menyadari bahwa Allah sedang mempersiapkan saya untuk mujizat penyembuhan yang spesial.
Mukjizat spesial bagi saya ditemukan dalam perkataan Yesus ini: “Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" Ya, mukjizat terjadi pada saat saya paling membutuhkan adalah ketika Allah menyembuhkan saya sebelum transplantasi. Oleh kasih karunia Allah, saya keluar dari rumah sakit sebagai ciptaan baru di dalam Yesus dan disembuhkan dari penyakit rohani dan jasmani.
Hari ini, saya mendorong Anda untuk mengalihkan pandangan Anda dari COVID-19 dan hal-hal lain yang mungkin mengganggu Anda, dan seperti empat sahabat yang membawa orang lumpuh itu kepada Yesus, membuka atap, datang di hadapan Yesus dan biarkan Dia menyembuhkan jiwa Anda.

“Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya. “ (Yesaya 65:24)

Pastor James L. Black, Sr. telah melayani 17 tahun di Divisi Amerika Utara sebagai direktur pelayanan orang muda/ orang muda dewasa. Saat ini, dia adalah direktur untuk Pelayanan Doa Divisi Amerika Utara.

PERTANYAAN RENUNGAN: Meskipun kita tahu bahwa adalah kehendak Allah untuk menyembuhkan anak-anak-Nya, kita tidak selalu tahu kehendak-Nya dalam soal waktu. Beberapa kali Dia mungkin memilih untuk segera menyembuhkan, yang lain secara bertahap, sementara yang lain Dia mungkin tidak menyembuhkan sampai kedatangan yang kedua (Yakobus 5). Dapatkah kita percaya pada Tuhan dan waktu-Nya? Dapatkah kita bertahan dalam iman bahkan ketika kita tidak selalu melihat jawaban langsung atas doa-doa kita? Bagaimana kita dapat menumbuhkan iman dan kepercayaan kita kepada Allah dan Firman-Nya?

TANTANGAN UNTUK AKTIF: Minggu ini, ketika kita terus berdoa untuk orang sakit, untuk para petugas medis, dan agar Allah menghentikan penyebaran virus Corona di seluruh dunia, mari kita berdoa agar kasih kepada Allah dan Firman-Nya akan menyebar. Mari buka Alkitab kita dengan semangat yang baru dan berdoalah, “Tuhan, tunjukkan kepada kami bagaimana mengenal-Mu dan mengasih-Mu! Tunjukkan pada kami bagaimana mengalami penyembuhan sejati secara menyeluruh. Tunjukkan pada kami apa artinya mempelajari dan memahami Firman-Mu. Dan tunjukkan kepada kami bagaimana membagikan Firman-Mu kepada orang lain." Saat kita berdoa, mari kita tuntut janji Yes. 55:8-11, 2Tim. 2:15, dan 1 Pet. 3:15.

“Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” Mazmur 119:9-11

Pelajaran Lebih Dalam – Saran Bacaan Tambahan untuk Minggu ini:
·       Ellen White, Kemenangan Akhir, “Kitab Suci sebagai Keamanan,” pasal 37
·    Frank M. Hasel/Michael G. Hasel, Cara Menafsirkan Alkitab, Buku Penuntun Guru Sekolah Sabat Dewasa Triwulan 2.


Hari 15 – Fokus Doa – Jumat, 10 April 2020

BERITA BAIK: Tampaknya penyebaran pandemi mulai sedikit melambat di Spanyol dan Italia. Kita memuji Allah bahwa ada harapan untuk pemulihan.

1.       Berdoa agar Allah menghentikan penyebaran COVID19 di negara-negara dengan populasi yang sangat tinggi di dunia. Berdoalah secara khusus untuk intervensi Tuhan di India, Bangladesh, benua Afrika, dan beberapa negara di Asia yang baru saja mulai melawan pandemi COVID-19 dengan kekuatan penuh.
2.       Berdoalah bagi para peneliti medis untuk menemukan perawatan penyembuhan virus Corona karena kita tidak memiliki waktu yang lama dalam menunggu pengembangan vaksin.
3.       Berdoa untuk perlindungan Tuhan bagi anak-anak, bagi yang lemah, dan rentan, yang terpaksa tinggal di rumah bersama anggota keluarga yang kasar atau yang tinggal di rumah asuh yang sulit.
4.       Berdoalah untuk persediaan pangan dan makanan untuk anak-anak yang tidak bisa lagi bersekolah di mana makanan disediakan secara teratur.
5.       Berdoalah agar kita belajar untuk mempelajari Firman Allah pada tingkat yang lebih dalam, dan juga membagikan Firman-Nya secara praktis dengan orang-orang di sekitar kita.

Comments